Pernahkah kau menengok tua renta di
sudut kota
Di rintik-tintik hujan kedinginan
Dia bukan gadis penjual korek api di
malam natal
Ataupun pengemis di keramaian masa
Menanti Perangai manismu menyapa
Meskipun dia tak memaksamu untuk
bertanya
Setidaknya dia pernah berjuang untuk
harga dirinya sendiri
Dan kalian menikmatinya sekalian
sampai sekarang
Siapakah dia?
Dia adalah pahlawan tahun empat
puluhan
Seorang veteran yang terlupakan
bangsanya sendiri
Kini tuanya terlantarkan tanpa sanak
saudara
Memungut sampah-sampah kota
Menghidupi nyawanya yang tersisa
Tiap hari dikumpulkannya
sampah-sampah yang kau buang
Wadah munuman dan bungkus makanan
Yang biasanya kau buang di sungai
kotor di bawah trotoar jalanan
Manakah kau peduli dengan keadaan
dia sekarang
Jika kau sempat membaca tulisan
amatir ini
Berdo’alah untuknya, meskipun tak
pernah melihatnya
Dimana dia sekarang ataupun siapakah
dia?
Dia adalah pahlawan yang dilupakan
Dan
dia bukanlah seorang pecundang

No comments:
Post a Comment