Ada kala semua menjauh
Dan memang jauh
Bukan berarti benci
Memang rindu itu
disimpan
Kelak nanti Seandainya pertemuan
itu ada
Dan memang seharusnya
ada
Tidakpun tak apa
Kita mesra, kita tawa,
kita bernostalgia
Biar ku peluk hati kecilmu
Buatlah ruang untuk
kembali lagi di dalamnya
Meski kadang Pertemuan itu
jarang
Sekalipun kau
mengundang
Aku datang berkali-kali
bahkan lebih
Jika tak kau ingat, Dan
kau mengingatkan pun
Aku harap itu nyata
adanya
Seperti cerita kau
dahulu
Padaku, dan kita semua
Bahwa adanya kita
Untuk semua saling
menyapa
Bila tahta yang
memisahkan kita
Masihkah kau mau
bersama
Ingatkan, sapalah
Jika tak, tarmparlah
Jengukmu, sehatmu
Aku merindukan pada
dirimu
Kesedihan dan
kesenangan
Angan-angan
Di sela angin menghembus
pantai dan pegunungan
Itu yang kita lalui
kadang
Di waktu senggang
Sesingkat waktu yang
menjadi penentu
Kau tak memisahkan
Hanya saja terlalu
banyak persimpangan jalan
Memberi ruang tuk
singgah
Tuk bersandar di
bawahnya
Pohon rindang yang tenang
Berguguranlah daunnya
Pergilah
Terbanglah
Bersama angin yang kau
tunggangi
Temuilah daunmu yang
lain
Di perbatasan pemisah
jalan
Sebuah kolam yang
tenang
Di situlah kau
tenggelam
Bersama kau rindu tercurahkan

No comments:
Post a Comment